Pengobatan Tradisional Yang Dilakukan Bapak Nadjmuddin Dan Ibu Djamilah Itu Banyak Pasien Yang Berdatangan Kerumah

 

Mereka mau membantu pembangunan pesantren yang sedang dibangun di Sukabumi. “Boleh berupa material atau lainnya, boleh juga dikirim langsung ke Pondok Pesantren Modern Darul Ikhsan, Kampung Cimanggu, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,” ujar selanjutnya. Untuk itu kami tidak memasang tarip pengobatannya, apalagi bagi orang yang tidak mampu, mereka pun banyak yang ditolong tanpa dipungut bayaran. “Untuk harga obat-obatannya sekitar lima belas ribu rupiah, hanya untuk impoten, diabetes, dan kepatuhan, sampai lima puluh ribu rupiah. Cara pengobatannya, kalau pasien itu datang langsung dan kebetulan lagi kambuh penyakitnya, maka akan terasa penyembuhannya.

Mereka akan dipijat jemari kaki nya atau telapak kakinya, insya Allah langsung bereaksi, kemudian diberi obat yang harus diminum. Bagi pasien perempuan, yang memijat istri saya atau yang mendam pinginya diberi tahu cara pemijatannya, agar di rumah dipraktekkan. “Jadi penyakit apapun yang dua belas tadi, tidak usah dioperasi atau opname atau cara-cara lainnya yang menyakitkan. Semua nya cukup dipijat,” ujar mubaligh yang tinggal di Jl. Pagarsih RT 02 RW 08, Gg. Pesantren No. 143/88 Bandung. Karuan saja dengan cara pengobatan yang dilakukan Nadjmuddin itu banyak pasien yang berdatangan, terutama dari Jawa, meskipun dari beberapa propinsi lainnya banyak yang telah diobati.”Malah ada pejabat tinggi atau dokter ahli, cetusnya. Dari apakah ramuan itu? Obat-obatan tersebut dari dedaunan yang biasa dilihat di pasar-pasar, tambahnya. Dengan cara yang tradisional, “istilah yang dibuatnya,” pasien dapat sembuh. Malah saya tidak menggunakan jejampian atau doa- doa seperti perdukunan atau ayat- ayat Qur’an tertentu untuk bacaannya, tapi cukup mengucapkan basmalah ketika akan memijat.

Baca juga artikel sejenis di sini

Di situlah segi dakwahnya. Lalu yang menonjol dari dakwahnya di mana? Dosen yang ngantornya di Pusat Bahasa Unisba itu menjelaskan, setiap pasien yang datang bila muslim saya ajak shalat berjamaah. Bila dulunya tidak rajin shalat, maka saya yakin kan, bahwa jika shalat lima waktu dikerjakan, insya Allah penyakitnya akan hilang. Hal ini banyak di praktekkan oleh berbagai pasien. Bila bukan muslim? Ya, mereka tidak disuruh memasuki agama Islam, tapi dihormati sebagaimana. keyakinan mereka. “Memang ba nyak pasien yang bukan muslim, terutama dari kalangan Cina, mereka kan butuh pertolongan pengobatan,” tegasnya dalam mengobati pasiennya. Mubaligh yang gemar makan daging kambing dan sapi ini tidak menutup mata untuk penyelidikan temuannya. Baik secara medis maupun secara agama. “Asal jangan menanyakan cara pembuatannya,” tandasnya. Mengapa saya tetap merahasiakan cara membuat ramuannya? Hal ini disebabkan kekhawatiran saya terhadap komersialisasi pengobatan ini, juga khawatir nantinya dicampuri secara kimia.

“Lagi pula,” kata istrinya yang selalu mendampingi  Nadjmuddin itu, kami masih dibutuhkan untuk pembangunan pesantren. Kalau untuk pembiayaan gurunya ada, tapi untuk perluasan gedungnya yang dua setengah hekter masih belum memadai. Nadjmuddin pun tidak berprasangka buruk terhadap orang yang akan menyelidiki temuannya, asal bertujuan baik. Toh nantinya saya akan memberikan ilmunya kepada anak saya. “Jadi tidak usah khawatir terhadap cara pengobatan yang saya lakukan. Pengobatan ini kan bukan tujuan semula, tujuan saya adalah menunjang pembangunan pesantren”, tegasnya mengakhiri percakapannya dengan SALAM.(A. Mushoffi Hasan)


Diliput di Harian Rabiul Akhi No. 16 Th. III-11 s.d. 17 Rabiul Akhir 1410 H No. 16 Th. III-17 d. 23 Nop. 1989 M./ 11 s.d. 17 Rabiul Akhir 1410 H. Salam

Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin
https://djamilah-najmuddin.com

Lokasi terapi baru (pindah dari Babakan Ciparay)

Jl Guntur Madu No. 3
Kel. Turangga, Kec. Lengkong, Kota Bandung

Kontak dan Janji Temu

081214408050
08157119940


0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *