Mengobati Tradisonal Pasien Membangun Pesantren

Pasien. Drs. H.C. Najmuddin HS sedang menjelaskan cara penyembuhan kepada pasien yang berobat kepadanya. Dosen Unisba ini sudah lama membuka praktek pengobatan tradisional di rumahnya di Jl. Pagersih Bandung, la sedang mengumpulkan dana untuk membangun pesantrenny. Djamilah Ingin Pindahkan Gontor.

Bandung  “Cita-cita kami cuma satu. Ingin memindahkan Gontor ke Jabar,” ujar Ny.Djamilah Salmin Aljazidi istri dosen dan mubaligh yang biasa mengobati berbagai jenis penyakit Drs. HC. Nadjmuddin HS Rintisan ke arah itu, sudah dilakukan oleh suaminya sejak beberapa waktu lalu. Sebuah pondok pesantren yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektar di Kampung Cimanggu, Desa Ciheulang Kecamatan Cibadak Sukabumi.

“Di pondok pesantren itu,kami memberikan pola pendidikan yang sama dengan yang diajarkan di Gontor,” ujar Najmudin yang mendampingi istrinya saat berbincang di rumahnya Gg. Pesantren No. 13/88 RT 02/RW 08 Jalan Pagarsih Bandung. Para santri yang baru masuk, mau tidak mau harus mengadaptasikan dirinya dengan lingkungan pesantren. Baik da lam bersikap maupun dalam bi- cara. Dalam bicara, para santri hanya dibolehkan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris.

“Rata-rata mereka yang baru masuk sekalipun, dengan cepat bisa menggunakan kedua bahasa itu,” ujar Nadj muddin .Namun, untuk lebih mengembangkan pesantren ini, Nadjmuddin menghadapi kendala yang cukup besar yakni binya untuk menyelesaikan bangunan sesuai dengan siteplannya. “Bangunan yang sudah berdiri sekarang saja dana nya merupakan sumbangan dari para pasien yang datang kesini,”ujarnya seraya menyebutkan bangunan fisik yang diselesaikannya baru 10% nya saja. Namun, karena sudah banyak peminat maka bangunan yang belum rampung itu difungsikan. Sedangkan tenaga pengajarnya langsung didatangkan dari Gontor, jelas Ny.

Djamillah mantan aktivitas PII dan HMI Ahli Penyembuhan Nama Nadjmuddin, di samping dikenal sebagai dosen dan mubaligh belakangan ini di kalangan masyarakat dikenal pula sebagai ahli pengobatan. Pengobatan yang dilakukan- mya tertumpu pada kemampu annya melakukan pijat refleksi dan ditambah racikan obat yang bahan bakunya di da- tangkan dari Arab Saudi, tanah leluhur istrinya. Kemampuan yang dimilikidosen Unisba ini, bukan hanya untuk menyembuhkan penyakit rasional saja, bahkan beberapa jenis penyakit irrasional yang tidak dapat ditangani secara medis, sembuh dengan cara pengobatan yang dilakukannya.

Jenis penyakit yang dimak sud, seperti asma, kanker, liver/hepatitis A/B, ginjal, paru – paru, maag, lemah syahwat/impoten dan berbagai jenis pe- nyakit lainnya.Kemampuannya dalam ke- cepatan menyembuhkan pe nyakit, sudah teruji berkali – kali. Pasien yang datang, tidak hanya dari penjuru pulau Jawa, namun banyak pula yang datang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusa Teng gara. Bahkan, dari catatan yang ada didaftar tamunya tokoh masyarakat terkenal, seperti Prof. Dr. Srie Somantri, Direktur Putaraco Group Ir. Harry Yuniarto, Kabid Pemasaran PLN Distribusi Jabar, termasuk deretan pasien yang ditangani olehnya.

“Berkat pertolongan Allah, alhamdulillah kami bisa me nyembuhkan penyakit yang me reka derita,” ujarnya, sambil menambahkan dalam menekuni keahliannya ini ada tiga sasaran yang ingin dicapainya. Pertama, sebagai kiai, misi da’wah Islam akan diutamakan dalam setiap kesempatan. Kedua, sebagai pendidik melaksanakan misi pendidikan. Betapapun kecilnya, ingin ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketiga, memberikan bantuan kesehatan kepada pasien sesuai dengan kemampuan yang di- miliki.”Ketiga misi ini akan kami pertahankan dan akan selalu.


Diliput Untuk Kepentingan Masyarakat (18 Zulqaidah 1411 H) ibtu, 1 Juni 1991

Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin
https://djamilah-najmuddin.com

Lokasi terapi baru (pindah dari Babakan Ciparay)

Jl Guntur Madu No. 3
Kel. Turangga, Kec. Lengkong, Kota Bandung

Kontak dan Janji Temu

081214408050
08157119940


0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.